" SELAMAT DATANG DAN BERGABUNG DI BLOG SAYA"

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label KEPEMIMPINAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEPEMIMPINAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Mei 2011

Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW

Bagi kaum muslimin dimana saja berada, Nabi Muhammad SAW bukan saja sebagai seorang nabi, rasul, namun juga menjadi manusia teladan (uswatun hasanah) yang tidak saja dikagumi oleh manusia (muslim maupun non muslim), bahkan malaikat menjadi malu jika berada di dekatnya.
Betapa besar pengagungan kita seorang muslim kepada Beliau karena dikarenakan betapa besarnya nilai-nilai kebaikan,kemuliaan agama ini yang direfleksikan oleh perkataan beliau, tindakan beliau. Sehingga beliau digelari Alquran berjalan, dikarenakan betapa mudahnya para sahabat mengerti akan kandungan isi Alquran ketika berinteraksi dengan Rasulullah SAW.
Pembahasan ini menitik beratkan pada meneladani kepempinan Rasulullah SAW

Dalam surat Al Ahzab ayat 21 " Sesungguhnya adalah bagi kamu dalam diri Beliau (Rasulullah SAW) terdapat contoh teladan yang harus diikuti...."

Bagi seorang muslim , seharusnya teladan kita, panutan kita bahkan idola kita adalah Rasulullah SAW. Beliau dengan sangat teliti dan hati-hati mencontohkan semua perbuatan baik dan menjauhkan diri dari melakukan perbuatan buruk dengan sangat teliti dan jelas.

NSUR-UNSUR YANG HARUS DIPENUHI DALAM KEPEMIMPINAN

ada beberapa unsur yang harus dipenuhi dalam suatu kepemimpinan yaitu :
a. Pengikut / followership : adanya kepemimpinan ini disebabkan karena adanya pengikut. seseorang menjadi pemimpin karena adanya orang-orang yang berkehendak mengikutinya sesuai dengan keinginan pemimpin. Pada dasarnya followership (pengikut) dapat dibagi menjadi 5 golongan yakni :
1. Followership berdasarkan naluri : terjadi beberapa pengikut karena adanya dorongan dari mereka untuk menaruh kepercayaan mereka pada seseorang sehingga mereka bersedia untuk bertindak sesuatu yang dikehendaki oleh orang yang telah mereka beri kepercayaan
2. Followership berdasarkan agama : kepengikutan ini karena adanya pandangan bahwa orang lain mempunyai kelebihan dalam bidang keagamaan.
3. Followership berdasarkan tradisi : Ini timbul pada sejumlah orang karena kebiasaan secara turun temurun.
4. Followership berdasarkan rasio : timbul dikalangan orang-orang terpelajar yang terlihat dari adanya pelaksanaan demokrasi di dalam mengambil keputusan.
5. Followership berdasarkan peraturan : ini terlihat pada organisasi atau kelompok tertentu yang ada hubungan antara orang-orang yang satu dengan yang lain di tata menurut aturan-aturan tertentu.
b. Tujuan : Kepemimpinan timbul karena adanya kepengikutan yang melakukan kerjasama dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama. dengan adanya tujuan - tujuan tertentu timbul kerjasama dan timbul pula pimpinan yang harus mengatur untuk mencapai tujuan tersebut.
c. Kegiatan mempengaruhi : ini berarti bahwa seorang pimpinan dalam aktifitasnya membimbing, mengontrol dan mengarahkan tindakan orang lain untk menuju suatu sasaran tertentu.

CARA-CARA MENJADI PEMIMPIN YANG BAIK

1. Pemimpin mampu memimpin dirinya sendiri.

Memberi instruksi adalah sama mudahnya seperti Anda membagikan kartu nama. Tapi seorang pemimpin sejati harus mengetahui bagaimana caranya memimpin dirinya sendiri. Tidak hanya memberikan contoh baik kepada karyawannya, tetapi ikut berperan serta, bekerja, atau terlibat dalam seluruh pekerjaan. Adalah penting bagi seorang pemimpin memiliki kemampuan memfokuskan dan memotivasi dirinya sendiri seperti dia menganjurkan pada seluruh bawahannya untuk memiliki motivasi.

2. Jangan jadikan kerajaan.

Pemimpin yang bijaksana berarti (seakan-akan) Anda telah mempunyai bakat untuk menduduki posisi tersebut. Tapi ingat, jangan ciptakan sebuah kerajaan. Pemimpin yang secara kebetulan jadi bos, sering juga secara kebetulan membentuk suatu sistem aturan yang tidak perlu dan terlalu mengekang. Aturan bagi karyawan memang perlu, tapi tak perlu berlebihan. Buatlah yang perlu-perlu saja. Memang penting untuk memengaruhi orang-orang dengan siapa Anda bekerja. Tapi ingat, jangan memandang kedudukan Anda sebagai suatu hierarki.

3. Selalu terbuka mencari bentuk baru.

Salah satu kunci keberhasilan dari menjalankan bisnis adalah mengulang-ulang sesuatu yang terbukti berhasil. Masalahnya, seorang pemimpin yang secara kebetulan jadi pemimpin, cenderung terus saja mengulang metode tadi dan tak berani melakukan terobosan baru. Sebaliknya, pemimpin sejati mengakui keberhasilannya tetapi juga

Islam dan problem kepemimpinan

Krisis kepemimpinan, itulah yang saat ini menjadi tren seiring dengan semangat demokratisasi di seluruh negara di segenap penjuru dunia termasuk Indonesia.
Padahal kepemimpinan adalah perkara yang sangat penting dalam Islam. Dengan adanya seorang pemimpin, kepemimpinan (imamah) dan pengaturan (imarah) akan bisa diwujudkan kemaslahatan bersama. Oleh karena itu, benar pula bahwa memilih pemimpin dalam Islam yang memenuhi syarat-syarat sesuai dengan ketentuan agama (Islam) agar terwujud kemaslahatan bersama dalam masyarakat adalah sebuah kewajiban.
Becermin dari negara ideal produk Rasulullah SAW, indikator sebuah kepemimpinan dikatakan gagal atau tidak, sebenarnya dapat dilihat dengan pendekatan sederhana. Kepemimpinan dipandang gagal ketika negara tidak mampu memenuhi dan menjamin hak-hak warga negaranya-seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan, perumahan, dan hak dasar hidup manusia semisal sandang dan pangan; menegakkan supremasi hukum sehingga terwujud apa yang disebut sebagai clean government dan good governance. Demikian pula sebaliknya.
Jika ditelaah lebih mendalam, setidaknya terdapat dua faktor yang menyebabkan gagal-tidaknya kepemimpinan khususnya di Indonesia.
Pertama, person (individu) yang memegang kendali kepemimpinan tersebut. Sangat mungkin, stagnannya negara ini karena dipimpin oleh individu yang tidak qualified memenuhi kriteria sebagai pemimpin. Sosok otoriter, korup, manipulatif, anti kritik, hipokrit, arogan, tamak, tidak amanah, lemah (bersedia dikooptasi oleh negara asing), dan tentunya kedap terhadap kondisi rakyat yang dipimpinnya mungkin sudah pernah memimpin bangsa ini.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More